Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

LALA DAN KERITING BAGIAN 7

Sebelumnya lala dan keriting bagian 6. Lama-kelamaan Lala terlihat kehabisan napas dan tangan kirinya mulai terkulai tidak berdaya. “*Plakh” sebuah rotan memukul kepala bagian belakang iblis Chentong. Seketika iblis Chentong langsung melepaskan cekikannya dengan melempar Lala hingga Lala jatuh tergeletak dan “*okhok, okhok” terbatuk-batuk. Lalu kemudian iblis Chentong langsung membalikan badannya untuk melihat siapa yang memukul kepalanya. Dan ternyata itu adalah seorang tukang susu kotak keliling yang bernama Keriting. Keriting: maaf aku tidak sengaja. (dengan gemetaran ketakutan memegang sebuah rotan) Iblis Chentong: kurang ajar! “*Krekh” iblis Chentong langsung mengepalkan tangan kanan dengan sangat kuat dan bersiap memukul Keriting. Kepalan tangan iblis Chentong yang terlihat berapi-api melesat dengan sangat cepat ke arah wajah Keriting dan “*jedakh” pukulan yang sangat kuat itu mengenai wajah bagian dagu sehingga Keriting terhempas ke atas. Tidak sampai di situ ...

LALA DAN KERITING BAGIAN 3

Sebelumnya lala dan keriting bagian 2. Ribuan iblis prajurit yang sedang melakukan pencarian membuat semua hantu penghuni di kota mati jadi berteriak histeris. Hantu-hantu itu langsung masuk kedalam rumah, terbang ke atas pohon, dan ada juga yang langsung menutup tokonya. Karena merasakan hawa kekuatan iblis yang sangat besar Lala jadi terbangun dari tidurnya. Setelah itu Lala langsung segera membangunkan Keriting. Lala: cepat bangun. Keriting: memangnya matahari sudah terbit? Lala: belum, kita harus segera meninggalkan tempat ini. Keriting: haduh, aku masih ngantuk. Lala: bawa ini dan ikuti arah jarumnya. (Sambil memberikan sesuatu seperti sebuah kompas). Keriting: kamu bagaimana? Lala: aku akan mengikuti kamu dan berjaga di belakang. loading... Dengan segera Lala dan Keriting langsung keluar dari rumah. Keriting terus berlari mengikuti penunjuk arah melewati jalanan kecil gang rumah di ikuti oleh Lala. Tiba-tiba Keriting berhenti berlari saat sampai di se...

LALA DAN KERITING BAGIAN 4

Sebelumnya lala dan keriting bagian 3. Setelah mendengar gonggongan dari iblis prajurit seketika iblis Chentong langsung berjalan keluar dari istana kota mati. Cileh: anda mau kemana? Chentong: gadis itu sangat cerdas, dia sudah berhasil mencuri pedang tujuh naga dari istana ini sendirian, walau jumlah iblis prajurit sangat banyak, tetap saja mereka tidak akan sanggup menghadapi gadis itu, saya akan kesana dan membunuh gadis itu dengan tangan saya sendiri. Lala dan Keriting terus berlari hingga akhirnya sampai di sebuah jembatan. Jembatan yang panjangnya sekitar seratus meter dan lebarnya sekitar sepuluh meter. Di bawah jembatan itu terdapat jurang yang terjal, curam dan sangat dalam banget. Tiba-tiba Keriting menghentikan larinya karena melihat Lala yang berhenti berlari di tengah jembatan. Lala: duluan saja nanti aku menyusul. loading... Karena merasa takut Keriting memutuskan untuk kembali berlari. Sementara Lala langsung membalikan badan dan “*srink” men...

LALA DAN KERITING BAGIAN 5

Sebelumnya lala dan keriting bagian 4. Tidak lama setelah kedatangan John dari kejauhan jalan raya terlihat datang lagi seorang wanita cantik mengendarai sebuah mobil koenigsegg ccxr trevita yang melaju sangat cepat. Mobil tersebut berhenti tidak jauh dari Keriting yang tetap bersembunyi dan mengintip di balik pohon besar. Wanita cantik berambut panjang yang juga memakai kacamata terlihat keluar dari sebuah mobil bersama segenggam busur panah dan beberapa anak panah yang tersedia di punggungnya. Keriting seakan enggan untuk mengedipkan mata karena wanita cantik itu mengenakan baju kemeja ketat lengan pendek berwarna merah dan rok mini setengah paha yang membuatnya terlihat s*ksi banget. Wanita cantik dan s*ksi yang memakai sepatu ruby slippers itu bernama Friska. “*Whush” sepucuk anak panah melesat dengan sangat cepat ke arah iblis prajurit. Ujung anak panah yang runcing dan sangat tajam itu terlihat berapi-api. Kekuatan dan kecepatannya menembus tubuh iblis prajurit ...

LALA DAN KERITING BAGIAN 6

Sebelumnya lala dan keriting bagian 5. Iblis Chentong sangat berbeda dengan Iblis Lautek dan Iblis prajurit. Kepala iblis Chentong lebih mirip dengan kelalawar. Seluruh kulitnya bersisik seperti ular yang berwarna hijau gelap metalik. Memiliki dua taring gigi dan cakar kuku tangan yang runcing dan sangat tajam. Melihat kedatangan iblis Chentong seketika Lala dan Keriting langsung berhenti melangkah. Sedangkan John terlihat bersiap untuk menembak dengan kedua pistolnya. Begitu juga dengan Friska yang sudah mengambil satu anak panah di punggungnya. loading... Lala: cepat menjauh. Keriting: iya. Dengan penuh rasa takut Keriting langsung berlari dan bersembunyi di balik sepeda motor milik John. Bersamaan dengan itu John langsung berjalan menghampiri Lala dan berhenti di samping kanan Lala. Di ikuti oleh Friska yang juga berjalan menghampiri Lala dan kemudian berhenti di samping kiri Lala. Friska: apakah dia iblis Chentong? Lala: iya, dia adalah iblis Chentong. Iblis Chent...

LALA DAN KERITING BAGIAN 2

Sebelumnya lala dan keriting. Sebuah lampu minyak menemani percakapan Lala dan Keriting di sebuah ruangan rumah yang tidak terawat. Sementara di sebuah istana yang ada di kota mati “*chedack!” kepalan tangan Chentong memukul wajah Lautek. Chentong: mana gadis itu?! Lautek: maafkan saya, gadis itu memiliki kemampuan bertarung yang sangat hebat, saya kehilangan jejaknya di sebuah jalan. Chentong: cari tahu sebenarnya siapa gadis itu?! Lautek: baik. Tidak lama setelah itu ada satu iblis prajurit yang masuk kedalam ruang istana. Iblis prajurit: ijin menghadap yang mulia. Chentong: silahkan. Iblis prajurit: lapor yang mulia, saya sudah mendapat informasi tentang gadis yang mencuru pedang tujuh naga dari istana ini, gadis itu adalah putri tunggal dari Ling dan Lung. Chentong: kurang ajar! Cileh (istri iblis Chentong): anda terlihat marah sekali setelah mendengar nama Ling dan Lung, sebenarnya siapa mereka? Chentong: Ling adalah pemilik sah pedang tujuh naga, dia ...

LALA DAN KERITING

Pada sore hari saat senja di sebuah kota mati. Terlihat seorang gadis cantik yang bernama Lala sedang berlari di jalanan gang rumah. Lala di kejar oleh iblis yang bernama Lautek. Lala terus berlari hingga akhirnya keluar dari gang kecil dan menemui jalanan besar. Merasa lelah Lala memutuskan untuk bersembunyi di balik sebuah drum. “*Krekek, krekek” sebuah gerobak yang sedang di dorong oleh seorang anak muda. Seorang anak muda bernama Keriting yang sedang berjualan susu kotak keliling. Seketika Keriting menghentikan gerobaknya setelah melihat sosok menyeramkan yang tiba-tiba keluar dari sebuah gang kecil. Sosok tinggi besar yang terlihat seperti serigala namun berjalan tegak. Lautek: anak muda apa kamu melihat seorang gadis yang membawa pedang? Keriting jadi semakin merasa takut karena sosok seram itu bisa berbicara. Sebenarnya Keriting mengetahui kalau gadis itu sedang bersembunyi di balik sebuah drum. Keriting: maaf aku tidak tahu (ucapnya sambil gemetaran ketaku...